
Sustainability Pioneers – Masa depan energi laut semakin diperhitungkan ketika gelombang dan arus laut dinilai mampu menyumbang listrik bersih dalam skala besar untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Masa depan energi laut menghadirkan peluang pemanfaatan sumber daya yang selama ini kurang tersentuh. Indonesia dan banyak negara maritim lain memiliki garis pantai panjang, wilayah laut luas, dan pola arus yang kuat. Kondisi ini membuka potensi energi yang stabil, terukur, dan tidak bergantung pada musim secara ekstrem seperti beberapa sumber terbarukan lain.
Teknologi pemanfaatan gelombang dan arus laut berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Perusahaan rintisan, kampus, dan lembaga penelitian mulai menguji berbagai desain turbin arus dan konverter gelombang. Meski demikian, masa depan energi laut tetap bergantung pada keberhasilan menekan biaya, meningkatkan keandalan, serta mengurangi risiko lingkungan.
Dibanding sumber fosil, gelombang dan arus laut bersifat terbarukan dan rendah emisi. Selain itu, profil produksinya cenderung lebih dapat diprediksi. Hal ini menjadikannya kandidat kuat sebagai penopang bauran energi bersih, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
Masa depan energi laut berkaitan erat dengan keberhasilan komersialisasi dua kelompok teknologi utama: konverter energi gelombang (wave energy converter/WEC) dan turbin arus laut (tidal dan ocean current turbine). Keduanya mengekstraksi energi kinetik maupun potensial dari gerak air laut lalu mengubahnya menjadi listrik.
Konverter energi gelombang biasanya berbentuk pelampung, lengan mekanis, atau struktur terapung yang bergerak naik turun mengikuti ombak. Gerakan mekanis ini diubah menjadi putaran turbin atau langsung menggerakkan generator. Sementara itu, turbin arus laut mirip kincir angin yang ditempatkan di bawah permukaan laut, memanfaatkan pergerakan arus pasang surut atau arus permanen.
Perbedaan karakter gelombang dan arus membuat keduanya saling melengkapi. Gelombang lebih dinamis dan dipengaruhi angin permukaan, sedangkan arus pasang surut memiliki pola berkala yang mudah diprediksi. Sementara itu, arus laut dalam dapat menyediakan aliran yang lebih stabil. Kombinasi beberapa teknologi di satu kawasan dapat mengurangi fluktuasi output listrik.
Masa depan energi laut sangat relevan bagi negara dengan ribuan pulau dan ketergantungan tinggi pada kapal atau kabel bawah laut untuk distribusi listrik. Di Indonesia, misalnya, banyak pulau kecil masih mengandalkan pembangkit diesel yang mahal dan beremisi tinggi. Infrastruktur energi laut dapat menjadi alternatif untuk menyalakan desa pesisir secara mandiri.
Beberapa studi memetakan potensi gelombang tinggi di selatan Jawa dan Nusa Tenggara, serta arus kuat di selat-selat sempit. Zona-zona ini berpeluang menjadi laboratorium alam untuk proyek percontohan pembangkit listrik berbasis laut. Jika berhasil, model bisnisnya bisa direplikasi ke wilayah lain yang memiliki karakter serupa di dunia.
Baca Juga: Laporan komprehensif potensi dan tantangan pembangkit listrik tenaga laut global
Di luar pasokan listrik lokal, masa depan energi laut juga menyangkut integrasi ke jaringan utama (grid). Proyek skala besar dapat mendukung kawasan industri pesisir, pelabuhan, dan fasilitas logistik. Hal ini berpotensi menurunkan biaya energi sekaligus mengurangi jejak karbon aktivitas ekonomi di sekitar garis pantai.
Masa depan energi laut tidak lepas dari hambatan teknis dan ekonomi yang masih besar. Lingkungan laut sangat korosif, penuh tekanan, dan sulit diakses. Peralatan harus tahan terhadap gelombang ekstrem, biofouling, serta benturan objek terapung. Karena itu, desain struktur dan material menjadi aspek krusial yang menentukan umur pakai serta biaya perawatan.
Dari sisi ekonomi, investasi awal teknologi ini masih relatif tinggi. Industri belum mencapai skala masal seperti tenaga angin atau surya. Akibatnya, biaya listrik per kilowatt jam masih lebih mahal. Meski begitu, tren penurunan biaya terlihat seiring peningkatan pengalaman lapangan, inovasi desain, dan dukungan kebijakan pemerintah di berbagai negara.
Faktor lingkungan juga perlu diperhatikan sejak awal. Pemasangan turbin dan struktur besar di laut bisa memengaruhi pola arus lokal, jalur migrasi biota laut, hingga habitat karang. Karena itu, kajian lingkungan menyeluruh dan pemantauan jangka panjang penting untuk memastikan masa depan energi laut berjalan sejalan dengan prinsip konservasi.
Masa depan energi laut akan banyak ditentukan oleh kualitas riset lintas disiplin. Ahli oseanografi, teknik kelautan, listrik, hingga ekonomi perlu berkolaborasi. Mereka menganalisis karakteristik gelombang, arus, sedimen, dan ekosistem laut, lalu menerjemahkannya ke dalam desain teknis, skema tarif, serta model bisnis yang realistis.
Regulasi yang jelas dan mendukung juga menjadi kunci. Pemerintah perlu menyiapkan kerangka perizinan, standar keselamatan, serta skema insentif fiskal. Tanpa aturan yang pasti, pelaku usaha cenderung ragu untuk menanamkan modal. Sebaliknya, regulasi yang transparan dapat mempercepat uji coba dan pengembangan proyek komersial.
Dari sisi investasi, masa depan energi laut menarik bagi investor yang berorientasi jangka panjang dan peduli aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Skema kemitraan publik-swasta dapat menurunkan risiko awal, sementara pembiayaan hijau dari lembaga internasional membantu menutup celah pendanaan di tahap awal pengembangan.
Masa depan energi laut kemungkinan akan bergerak bertahap, dimulai dari proyek percontohan skala kecil yang dekat dengan beban listrik. Setelah teknologi terbukti andal dan biaya menurun, kapasitas dapat ditingkatkan dan dikombinasikan dengan sumber lain seperti surya dan angin. Integrasi ini membentuk sistem energi terbarukan yang lebih stabil.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga tidak kalah penting. Program pendidikan dan pelatihan di bidang teknik kelautan, energi terbarukan, dan manajemen proyek akan menyiapkan tenaga ahli lokal. Mereka kemudian dapat mengelola, memelihara, dan mengembangkan infrastruktur yang sudah dibangun.
Pada akhirnya, masa depan energi laut akan menjadi bagian penting dari strategi dekarbonisasi global. Dengan pemetaan potensi yang akurat, kebijakan yang berpihak, serta inovasi teknologi yang terus berlanjut, masa depan energi laut berpeluang memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan listrik bersih, khususnya bagi negara-negara maritim yang ingin mandiri energi dan lebih tangguh menghadapi krisis iklim.
Sustainability Pioneers - Percepatan perbandingan kebijakan transisi energi di negara ASEAN kini menjadi sorotan karena kawasan ini berhadapan dengan lonjakan…
Sustainability Pioneers - Teknologi Direct Air Capture (DAC) menarik perhatian karena menjanjikan skala massal direct air untuk menyedot CO2 langsung…
Sustainability Pioneers - Sejumlah pelaku usaha mulai menyiapkan strategi cbam untuk indonesia demi menjaga ekspor ke Uni Eropa saat mekanisme…
Sustainability Pioneers - Dampak cuaca ekstrem terhadap pembangkit energi angin membuat output listrik bisa naik turun drastis dalam waktu singkat.…
Sustainability Pioneers - Investor kini menaruh perhatian serius pada ROI investasi real estat yang menggabungkan keuntungan finansial dan prinsip keberlanjutan.…
Sustainability Pioneers - Gelombang baru naratif dokumenter energi terbarukan menguat dalam dekade terakhir, didorong krisis iklim, tekanan publik, dan inovasi…