sustainabilitypioneers – Ekoturisme di negara kecil seperti Selandia Baru memberikan pelajaran besar tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara industri pariwisata dan kelestarian lingkungan. Keindahan alam yang murni dan masih terjaga di Selandia Baru telah menjadikannya destinasi wisata utama bagi pelancong dari berbagai penjuru dunia. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, muncul tantangan untuk mempertahankan keseimbangan ini. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Selandia Baru telah menciptakan model ekoturisme yang efektif dan ramah lingkungan. Negara ini menunjukkan bahwa industri pariwisata dapat berkembang pesat tanpa merusak lingkungan, asalkan ada kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, industri, dan wisatawan.
Selandia Baru sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata yang menyajikan keindahan alam luar biasa, mulai dari pegunungan yang memukau hingga pantai-pantai yang eksotis. Slogan “100% Pure New Zealand” yang diusung negara ini menggambarkan komitmen mereka untuk menjaga keasrian alam. Setiap tahun, ribuan wisatawan dari seluruh dunia berbondong-bondong mengunjungi negara ini untuk menikmati alamnya yang masih terjaga dan murni. Pariwisata telah menjadi salah satu sektor penggerak utama perekonomian Selandia Baru, menyumbangkan miliaran dolar AS setiap tahunnya.
Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, muncul ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem. Keberadaan wisatawan yang semakin banyak bisa menambah beban terhadap lingkungan, menyebabkan kerusakan alam, serta peningkatan polusi. Meskipun demikian, Selandia Baru berhasil menciptakan cara untuk meminimalisir dampak negatif ini, dan tetap mempertahankan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan mereka.
“Baca juga: Katedral Notre-Dame Paris Kembali Dibuka Setelah Renovasi: Panduan Pengunjung 2024”
Pelajaran pertama yang dapat dipetik dari Selandia Baru adalah pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, masyarakat, dan wisatawan dalam mengelola pariwisata yang ramah lingkungan. Pemerintah Selandia Baru telah mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa pariwisata tidak merusak lingkungan. Salah satu langkah besar yang dilakukan adalah mengajak industri pariwisata untuk berkomitmen pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Dalam hal ini, pengusaha pariwisata diajak untuk menandatangani 14 komitmen yang mencakup aspek keberlanjutan lingkungan, dukungan terhadap masyarakat lokal, serta kesejahteraan wisatawan.
Selain itu, pemerintah dan industri pariwisata juga berupaya untuk menciptakan kebijakan yang meminimalkan dampak buruk pariwisata terhadap alam. Mereka menetapkan batas jumlah wisatawan di lokasi-lokasi tertentu, memperkenalkan program pengurangan karbon, serta menggalakkan pengelolaan sampah yang lebih efisien. Kerjasama yang erat antara sektor-sektor ini sangat penting untuk menciptakan pariwisata yang seimbang antara keuntungan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Salah satu program sukses yang diluncurkan di Selandia Baru adalah Tiaki Promise, yang mengajak wisatawan untuk menjaga lingkungan dan menghormati budaya lokal. Tiaki dalam bahasa Maori berarti “menjaga” atau “melindungi,” dan program ini mengajak setiap pengunjung untuk bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Para wisatawan diajak untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghormati budaya serta adat istiadat lokal.
Program ini telah terbukti berhasil meningkatkan kesadaran wisatawan akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Tidak hanya wisatawan, masyarakat lokal juga dilibatkan dalam upaya menjaga lingkungan. Program Tiaki Promise mengubah wisatawan dan penduduk lokal menjadi aktor kunci dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan keberlanjutan alam Selandia Baru. Melalui pendekatan edukatif ini, Selandia Baru berhasil menciptakan budaya pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selandia Baru juga menerapkan kebijakan pajak yang membantu mendanai upaya pelestarian lingkungan. Mulai 1 Oktober, setiap wisatawan yang datang ke Selandia Baru, kecuali pemegang paspor Selandia Baru dan Australia, diwajibkan membayar dua jenis pajak. Pertama adalah NZeTA (New Zealand Electronic Travel Authority), yang dikenakan pada semua wisatawan yang melintasi perbatasan negara tersebut. Kedua adalah IVL (International Visitor Conservation and Tourism Levy), yang merupakan kontribusi untuk mendanai pemeliharaan infrastruktur dan pelestarian lingkungan di Selandia Baru.
Pengenaan pajak ini, meskipun menambah biaya bagi wisatawan, memiliki tujuan yang jelas. Dana yang terkumpul digunakan untuk menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan mendukung berbagai program keberlanjutan. Dengan membayar pajak ini, wisatawan berkontribusi pada pelestarian keindahan alam Selandia Baru, yang nantinya akan dinikmati oleh generasi mendatang.
Selandia Baru telah membuktikan bahwa pariwisata dan pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan. Semua pihak yang terlibat dalam industri pariwisata—pemerintah, masyarakat, industri, dan wisatawan—harus bekerja bersama untuk memastikan keberlanjutan lingkungan. Program edukasi, kolaborasi antar sektor, dan kebijakan yang bijak menjadi kunci untuk menciptakan ekoturisme yang sukses dan ramah lingkungan.
sustainabilitypioneers – Energi Thermoelektrik adalah teknologi yang dapat mengubah perbedaan suhu menjadi listrik. Konsep ini berfokus pada pemanfaatan panas yang ada…
sustainabilitypioneers – Pembangkit listrik biomassa menjadi salah satu solusi inovatif untuk menghasilkan energi ramah lingkungan. Menggunakan limbah organik, teknologi ini…
sustainabilitypioneers – Sistem pengumpulan air hujan semakin populer sebagai solusi ramah lingkungan dan hemat biaya. Dengan sistem ini, air hujan yang…
sustainabilitypioneers – Revolusi energi terdesentralisasi telah mengubah cara kita melihat dan menggunakan energi. Sistem energi terdistribusi menjadi solusi yang semakin populer…
sustainabilitypioneers – Kemenperin gelar AIGIS 2025 sebagai upaya mendorong pengembangan ekosistem industri hijau di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan…
sustainabilitypioneers – Solusi inovasi hijau menjadi kunci untuk menciptakan dunia yang lebih bersih dan sehat. Saat ini, planet kita menghadapi masalah…